Sahabat Dai

Dai merupakan profesi yang tidak menarik dan kurang menjanjikan. Untuk masuk kedalam profesi tersebut tidak memerlukan surat lamaran, mereka berdakwah tanpa pamrih, jauh dari publikasi media; dengan tekad yang kuat, mereka meninggalkan mimpi-mimpi kehidupan gemerlap dan memilih jalan hidup sebagai perantara hidayah Allah, menerangi kehidupan umat.

Para juru dakwah itu telah memberikan hidupnya untuk membina masyarakat terpencil, miskin, rawan pemurtadan, daerah konflik, dan bencana serta berhadapan dengan para misionaris.

Para perantara hidayah itu juga memiliki misi menjaga kedaulatan negara dan mencerdaskan anak bangsa. Hal itu dibuktikan dengan nilai muatan dakwah yang disampaikan ke masyarakat sangat mendukung empat pilar negara, dakwah merupakan hal yang sangat strategis dalam mengatasi problem disintegrasi Negara kesatuan Republik Indonesia.

Sahabat Dai

Cluster peradaban adalah miniatur penerapan nilai-nilai sosial kemasyarakatan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. Gagasan cluster peradaban ini muncul karena secara sadar tatanan sosial kemasyarakatan sudah rusak dan cenderung kepada individualisme dan liberalisme. Cluster peradaban terintegrasi dengan Sekolah Dai dan terkoneksi masyarakat dengan fasilitas pusat belajar life skill, keagamaan dan terbuka untuk masyarakat umum. Cluster peradaban merupakan daya dukung dari pembentukan karakter calon dai yang memiliki tugas belajar di Sekolah Dai dan siap ditugaskan ke seluruh nusantara.

Sekolah Dai adalah pendidikan khusus untuk mencetak para dai yang siap di tugaskan. Para calon dai ini dibina dalam sebuah ma’had layaknya sebuah pesantren, agar mereka dapat dibekali ilmu-ilmu dakwah, teori dan praktek sekaligus, dan terbina aspek ruhiyah dan kekaderannya secara maksimal. Lama pendidikan ini selama satu (1) tahun dengan kurikulum. Sekolah Dai merupakan penyempurnaan dari program Kuliah Dai Mandiri (KDM), program akselerasi (short course) selama enam bulan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga dai.

Secara keseluruhan program ini telah diselenggarakan sebanyak 17 angkatan sejak dibuka pertama kali pada tanggal 12 Juni 2007 di Depok. Total alumni yang sudah ditugaskan sebanyak 391 kader dai.

Peserta Sekolah Dai adalah mereka yang berusia minimal 18 tahun atau lulusan SMU/sederajat, muslim (laki-laki), dan bersedia untuk ditugaskan di seluruh wilayah Nusantara.

Para pengajar di lembaga ini adalah orang-orang yang selama ini hidup di jalan dakwah. Sehingga, selain berbekal ilmu secara akademis, mereka juga adalah orang-orang yang telah menjalani dan menghayati dunia dakwah. Karena peduli dengan nasib umat, maka mereka berbagi (ilmu-nya).

Dakwah adalah layanan dai kepada yang membutuhkan dengan komitmen memberikan pelayanan yang terbaik secara konsisten dengan meningkatkan kecepatan, kenyamanan dan kualitas. Transportasi menjadi faktor penghambat dalam layanan. Upaya perbaikan layanan dai ke masyarakat khususnya di pedalaman, pedesaan diperlukan armada dakwah. Armada dakwah diberikan kepada dai sesuai dengan medan dakwahnya bisa berupa motor bebek, motor cross, sampan atau perahu motor.
Masyarakat Indonesia yang tinggal di perbatasan antara negara Indonesia-Malaysia khususnya di Tawau, Sabah, Malaysia yang berbatasan langsung dengan Pulau Sebatik Kalimantan Utara memiliki permasalahan yang cukup kompleks dibidang pendidikan dan keagamaan. Untuk mensukseskan program, sinergi sangat diperlukan antara kedua negara. Pertemuan perwakilan kedua negara di fasilitasi oleh Konsulat RI di Tawau yang menghasilkan putusan untuk membuat pusat dakwah dan pendidikan. Dan beberapa daerah perbatasan NKRI lainnya yang menjadi perhatian kita.
Khatib dan imam adalah syarat sah pelaksanaan shalat jumat. Banyak daerah yang tidak melaksanakan shalat jumat disebabkan tidak adanya khatib dan imam. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka diperlukan korps dai yang siap menjadi khatib dan imam. Korps Dai merupakan wadah berkumpulnya para dai yang memiliki kapasitas dan kapabilitas dalam ilmu dakwah dan tafaqquh fiddin dan dikelola secara profesional.
Dakwah tidak terbatas hanya di perkotaan. Daerah pedalaman, pulau terluar, daerah terpencil, dan suku terasing memiliki hak yang sama untuk bisa hidup layak, nyaman dibawah naungan ajaran dan tuntunan Islam. Dai menjadi garda terdepan untuk mengangkat martabat warga melalui dakwah dan pendidikan.

gen sekaligus pelopor perubahan masyarakat. Mereka memiliki peran sangat strategis dalam membentengi akidah ummat dari berbagai infiltrasi idelologi yang menyimpang. Namun, keberadaan dan kiprah mereka seringkali luput dari perhatian kita.

Sudah sepantasnya, kita dukung dan berpartisipasi terhadap program ini yang dapat memberi daya dukung bagi percepatan dan kelancaran program pemberdayaan umat di seluruh pelosok nusantara. Maka para dai perlu diberikan fasilitas berupa jaminan kesehatan dai dan keluarga dai, jaminan ketika mendapatkan musibah.

Ibadah umrah ke tanah suci Makkah diberikan kepada para dai sebagai apresiasi atas kiprah dakwah para dai yang telah lama mengabdikan dirinya dalam mengemban amanah dakwah di seluruh pelosok nusantara
Donasi