Dakwah Ramadhan di Pedalaman, PosDai Salurkan Wakaf Mushaf Al-Qur’an di Lombok Timur
DI TENGAH hamparan hijau Dusun Sigek, Desa Pengadangan Barat, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), sebuah inisiatif mulia menggeliat pada Senin, 24 Maret 3035. Persaudaraan Dai Indonesia (PosDai) menyalurkan wakaf mushaf Al-Qur’an dan Buku Iqra’ kepada anak-anak serta warga di kawasan pedalaman ini.
Langkah mendukung kiprah dakwah di pedalaman yang turut didukung Gramedia Percetakan ini adalah usaha menabur benih literasi keagamaan yang diharapkan tumbuh subur di hati masyarakat.
Acara penyaluran ini berlangsung sederhana namun penuh makna, dihadiri oleh dai dan guru ngaji, anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), dan warga Songopati. Pengelola TPQ Darul Huffadz Lombok Timur, Ustadzah Yinda Wati, menjadi salah satu daiyah yang menyambut hangat bantuan ini.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PosDai yang telah memberikan kami support berupa Al-Qur’an pada kami dan Buku Iqra’ untuk anak-anak binaan kami yang ada di sini,” ujarnya dengan nada penuh apresiasi. Ia melanjutkan, “Semoga ini menjadi ladang pahala untuk kita semua dan akan menjadi wasilah kita bersama nanti.”
Sambutan Ustadzah Yinda cerminan dari kebutuhan mendesak akan sarana pendidikan agama di wilayah terpencil seperti Songopati. Dusun Sigek, yang terletak di pedalaman Lombok Timur, kerap menghadapi tantangan aksesibilitas, baik dalam hal infrastruktur maupun sumber daya pendidikan. Kehadiran mushaf Al-Qur’an dan Buku Iqra’ ini menjadi angin segar, menawarkan peluang bagi generasi muda untuk mendalami ajaran agama dengan lebih baik.
Di sisi lain, Kepala Divisi Program PosDai, Makrifatullah, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari visi besar PosDai. Dukungan yang PosDai berikan ini merupakan wujud komitmen untuk turut meneguhkan kiprah para dai yang mengabdi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa di berbagai titik pedalaman, termasuk di Lombok Timur.
Ia menambahkan bahwa penyaluran wakaf ini bukanlah akhir, melainkan awal dari rangkaian upaya berkelanjutan untuk mendampingi komunitas lokal dalam menjaga tradisi keilmuan Islam.
Bagi anak-anak TPQ Darul Huffadz, Buku Iqra’ yang mereka terima menjadi fondasi awal untuk mengenal huruf-huruf hijaiyah, membaca, dan akhirnya memahami kitab suci.
Dalam konteks yang lebih luas, langkah PosDai ini sejalan dengan semangat pembangunan sumber daya manusia yang berakar pada nilai-nilai spiritual, sebuah elemen yang sering terabaikan di tengah arus modernisasi.
"Al-Qur’an yang kini berada di tangan warga dan anak-anak setempat menjadi representasi dari solidaritas umat. PosDai, melalui program wakaf ini, telah menunjukkan bahwa dakwah tak selalu harus berwujud ceramah di mimbar, tetapi juga bisa hadir dalam bentuk nyata yang menyentuh kehidupan sehari-hari," katanya.
Keberlanjutan program semacam ini tentu membutuhkan kolaborasi yang lebih luas, baik dari pemerintah daerah, komunitas lokal, maupun donatur.
"Inisiatif PosDai ini sekaligus mengingatkan kita bahwa pendidikan agama di pedalaman bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan pokok. Harapan kami, apa yang telah dimulai hari ini harus menjadi pijakan untuk langkah yang lebih besar ke depan," tandasnya. (slh/pos)