PosDai-Hidayatullah Tebar 60 Lebih Muballigh Imam Khatib Idulfitri di Sulawesi Selatan
PAGI di Makassar terasa berbeda menjelang Idulfitri 1446 Hijriyah. Di tengah suasana sedih ditinggal pergi Ramadhan, lebih dari 60 dai dari ...
PAGI di Makassar terasa berbeda menjelang Idulfitri 1446 Hijriyah. Di tengah suasana sedih ditinggal pergi Ramadhan, lebih dari 60 dai dari Hidayatullah bekerjasama dengan PosDai Sulawesi Selatan bersiap menjalankan amanah menjadi khatib dan imam shalat Id di berbagai titik, Ahad (30/3/2025).
Mereka tidak hanya bertugas di perkotaan seperti Makassar, tetapi juga tersebar hingga pedalaman Sulawesi Selatan, bahkan melintasi batas provinsi ke Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat.
Ketua PosDai Sulsel, Ust Ahmad Syahril, menjelaskan misi ini dengan penuh keyakinan.
Para muballigh tidak hanya akan menjalankan amanah dakwah di perkotaan, namun juga beberapa bertugas menjadi imam shalat Id dan khatib di daerah pedalaman.
“Menariknya, beberapa muballigh akan bertugas dalam poros lintas provinsi, seperti misalnya di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat," kata Syahril.
Salah satunya adalah Abd Rahman Caco yang bertolak ke Masjid Nurul Iman di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, atau Habibi Nursalam yang bersiap di Masjid Babul Falah, Pasangkayu, Sulawesi Barat.
Di Makassar, suasana sibuk terasa di berbagai masjid. Ir. Abdul Majid bersiap menyampaikan khutbah di Masjid Hidayatul Mukminin Bukit Katulistiwa, sementara Dr. Misjaya Muhammad Khairun bertugas di Masjid An Nahl BPS Sudiang 2.
Ahmad Sabil akan berada di Masjid Fathul Khair Panaikang, dan Suardi Sapa di Masjid Baitul Kariim Hidayatullah.
Tak jauh dari sana, Bachtiar Aras bersiap di Masjid Nur Hidayah Perumahan Griya Prima Tonasa, Mukhtar Dg. Lau di Markas Raider 700, dan Dr. Nasrullah Sapa di Masjid Al Ikhlas Pepabri Antang.
Ahmad Anshor dan Jumaruddin juga tak kalah sibuk, masing-masing di Masjid At-Thohiriyah dan Al Bayan Kampus Utama Hidayatullah.
Perjalanan dakwah ini tak berhenti di kota. Di Kabupaten Gowa, Reskyaman S.W. akan berkhutbah di Masjid Rahmatullah Timbuseng.
Di Pangkep, Dr. Abdul Qadir Mahmud bersiap di BTN Samalewa Bungoro, Dr. Amaluddin di Masjid Jami Tarbiyah Jatie Kassi Loe, Andi Amri di Masjid Nurul Iman Kampung Bulu-bulu, Karding di Masjid Alauddin Kilo 5 Padang Lampe, dan Ihsan Wahyuddin di Masjid Al Mu’minun Baco Api Labbakkang.
Sementara di Maros, Drs. Muhammad Kaisar bertugas di Masjid Kompleks Zipur dan Muh. Robianto di Halaman Mushola Al Ghazali.
Lebih jauh ke selatan, Bulukumba menjadi saksi perjuangan dai seperti Irfan Yahya Daeng Taba di Masjid Terapung Tanjung Bira, Syamsul Alimin di Masjid Ni’matullah Mattirowalie, Jumawir di Masjid Al Amanah Kindang, Muhsin Qahar di Lapangan Komp Kampus Pratama Hidayatullah, Muhammad Erwin di Masjid Jami Al Ashar Sampeang, dan Khairullah Misdar di Masjid Nurul Yaqin Lamantang Kajang.
Di Sinjai, Tanwir akan berada di Masjid Ar-Rahman Desa Kanrung Sinjai Tengah, sementara di Barru, Usman bersiap di Masjid Fastabiqul Khairat Bojo. Kabupaten lain tak kalah ramai. Di Sidrap, Sarmadani bertugas di Masjid An Nur Desa Otting Pitu Riawa.
Di Enrekang, Drs. Nasri Bohari, Ketua DPW Hidayatullah Sulsel, akan berkhutbah di Lapangan Pana Kecamatan Alla. Dia pun menyampaikan seruan Idulfitri.
“Telah tiba saatnya kita melaksanakan shalat Idulfitri dan bagi kita kaum muslimin adalah orang-orang yang berhak merayakan Idulfitri karena telah menjalani puasa Ramadhan secara maksimal.”
Nasri melanjutkan, “Bagi para muballigh, saatnya memberi layanan, memberikan pencerahan agar umat kembali ke fitrah sebagai hamba dan khalifah, menjalani hari-hari di luar Ramadhan dengan konsistensi nilai-nilai Ramadhan.”
Di Palopo, Muh. Imran Djufrie bersiap di Masjid Baiturrahman Pajalesang, Muh. Fath Al-Haq di Masjid Ar-Rasyidin Batu, dan Burhan di Masjid Al-Muttaqin Telluwanua. Di Parepare, Ruslan Hanif bertugas di Masjid Tarbiyah, Dr. Amir Z di Masjid Darul Ilmi Perumnas, dan Dr. Syahril di Masjid Al Musafir.
Bone, Pinrang, Luwu Utara, Luwu Timur, Luwu, Toraja, dan Takalar juga diramaikan oleh para dai seperti Ahmad Munsif, Muh. Nasrullah Alwi, Ikhsan Saleh, Drs. Ahkam Sumadiana, Hamzah Sulthan, Abu Basyir Cakdul, dan Muhammad Yusuf.
Mereka semua membawa harapan yang sama yakni menyegarkan jiwa umat di hari fitri. Dari lapangan hingga masjid, dari kota hingga dusun, kehadiran mereka adalah oase kesejukan dalam meluaskan khidmat dakwah untuk membangun Nusantara dalam peluk ukhuwah bersama dai membangun negeri.