Rakornas Dakwah 2025 PosDai Kuatkan Rajutan Visi Mengemban Risalah Islam - Persaudaraan Dai Indonesia | Bersama Dai Membangun Negeri | Posdai.or.id

Jumat, 14 Maret 2025

Rakornas Dakwah 2025 PosDai Kuatkan Rajutan Visi Mengemban Risalah Islam

JAKARTA -- Di tengah dinamika kehidupan modern yang semakin kompleks, dakwah Islam menjadi garda terdepan dalam menyebarkan nilai-nilai keb...


JAKARTA --
Di tengah dinamika kehidupan modern yang semakin kompleks, dakwah Islam menjadi garda terdepan dalam menyebarkan nilai-nilai kebenaran dan kebaikan. Dalam rangka memperkuat sinergi gerakan dakwah secara nasional yang bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadhan, Persaudaraan Dai Indonesia (PosDai) bekerja sama dengan Departemen Komunikasi dan Penyiaran Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah menggelar Rapat Koordinasi Dakwah Nasional (Rakornas) bertajuk "Konsolidasi Gerakan Dakwah Nasional". 

Acara ini berlangsung dua hari, yakni pada Rabu, 12 Ramadhan 1446 (12/3/2025) untuk peserta dari kawasan Indonesia Timur, dan Kamis, 13 Ramadhan 1446 (13/3/2025) untuk peserta dari kawasan Indonesia Barat. 

Rakornas ini tidak hanya menjadi ajang silaturahim antaraktivis dakwah, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam menggerakkan dakwah di era kontemporer.

Acara Rakornas ini melibatkan sejumlah narasumber dari unsur unsur berkaitan dalam bidang dakwah. Narasumber utama mencakup Ketua Bidang Dakwah dan Pelayanan Ummat (Dakwah Yanmat) DPP Hidayatullah, Ust. Drs. Nursyamsa Hadis, yang memberikan pandangan tentang urgensi penyatuan visi dalam gerakan dakwah. 

Beliau menekankan bahwa dakwah bukan sekadar retorika atau ritual formal, melainkan sebuah misi besar untuk membawa umat menuju kebangkitan moral dan spiritual umat yang berdampak maslahat untuk agama, bangsa, dan negara. 


Selain itu, hadir pula Direktur PosDai, Ust. Abdul Muin, yang membahas pentingnya kolaborasi antarorganisasi dakwah dalam menjawab tantangan zaman. 

Sementara itu, Ketua Departemen Komunikasi dan Penyiaran DPP Hidayatullah, Drs. Shohibul Anwar, M.Pd.I., memberikan wawasan tentang strategi komunikasi efektif yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan keislaman kepada masyarakat luas. 

Narasumber lain, seperti Ketua Badan Koordinasi Pembinaan Tilawah al Qur’an (BKPTQ) Hidayatullah, Ust. H. Agung Trana Jaya, Lc, M.Si., serta Koordinator Rumah Qur'an Hidayatullah Nasional, Ustadz Muhdi Muhammad, turut memperkaya diskusi dengan penekanan pada peran Al Qur'an sebagai sumber inspirasi dan panduan hidup.

Tema "Konsolidasi Gerakan Dakwah Nasional" dipilih karena relevansinya dengan situasi saat ini. Di tengah arus globalisasi yang turut memberi dampak negatif terhadap nilai-nilai agama, diperlukan upaya kolektif untuk memperkuat fondasi dakwah. 

Konsolidasi ini tidak hanya bertujuan untuk menyatukan langkah, tetapi juga untuk memastikan bahwa dakwah tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. 

Salah satu fokus utama dalam rakornas ini adalah bagaimana membangun sinergi antara para dai, lembaga dakwah, dan masyarakat agar pesan-pesan Islam dapat disampaikan secara lebih masif, sistematis, dan berkelanjutan.

Forum juga menekankan bahwa Al Qur'an adalah pusat gravitasi dari segala aktivitas dakwah. Dengan menjadikan Al Qur'an sebagai panduan, dakwah akan mampu menyentuh hati manusia, memberikan solusi atas problematika kehidupan, dan membawa umat menuju kejayaan yang hakiki. 

Al Qur'an, sebagai inti dari ajaran Islam, menjadi pijakan utama dalam setiap langkah dakwah. Melalui program-program seperti pembinaan tahsin, tilawah, pengajaran tafsir, hingga Gerakan Nasional Dakwah Membaca dan Belajar Al Qur'an (Grand MBA), para aktivis dakwah berupaya untuk menjadikan Al Qur'an sebagai pedoman hidup yang nyata dalam keseharian umat. 

Hal tersebut sejalan dengan pesan yang disampaikan oleh Ustadz Muhdi Muhammad, yang menegaskan bahwa Al Qur'an mesti dijadikan sebagai rujukan dalam setiap aspek kehidupan selain sebagai bacaan inspratif sehari hari.

Rakornas ini juga menjadi refleksi mendalam tentang pentingnya konsolidasi dakwah dalam menghadapi tantangan besar di masa depan. Dalam era digital yang semakin dominan, dakwah tidak bisa lagi mengandalkan metode konvensional semata. 

Diperlukan inovasi dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan esensi dakwah itu sendiri. Sebagaimana disampaikan oleh Drs. Shohibul Anwar, dakwah harus mampu memanfaatkan beragam platform termasuk sektor digital untuk menjangkau audiens yang lebih luas, namun tetap mempertahankan integritas dan kedalaman pesan.

Di akhir acara, para peserta sepakat bahwa konsolidasi dakwah ini adalah sebuah keharusan yang mendesak. Dengan adanya kerja sama yang solid antara PosDai, Hidayatullah, dan berbagai elemen dakwah lainnya, diharapkan gerakan dakwah dapat menjadi motor penggerak bagi kebangkitan umat. 

"Dakwah bukan hanya tanggung jawab orang per orang atau kelompok tertentu, melainkan amanah bersama yang harus diemban dengan penuh kesadaran dan ketulusan," kata Abdul Muin. 

Dia menambahkan, Rakornas ini merupakan awal dari langkah-langkah besar berikutnya yang akan diambil untuk menggerakkan dakwah secara lebih masif dan terarah. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai setiap usaha yang dilakukan untuk menyebarkan risalah-Nya. (ybh/pos)

Mitra

Sinergi adalah energi kita, terus berpadu dalam langkah nyata

  • Bersama Dai Bangun Negeri
  • Save Indonesia with Quran, ajak masyarakat hidupkan al-Quran
  • Menjadi dai perekat ukhuwah islamiyah dan ukhuwan insaniyah
  • Keswadayaan bersama mengemban amanah dakwah majukan negeri