Ramadhan Berkah, PosDai Salurkan Paket Sembako untuk Dai dan Guru Ngaji di Lombok Tengah - Persaudaraan Dai Indonesia | Bersama Dai Membangun Negeri | Posdai.or.id

Selasa, 18 Maret 2025

Ramadhan Berkah, PosDai Salurkan Paket Sembako untuk Dai dan Guru Ngaji di Lombok Tengah

LOMBOK TENGAH -- Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang kerap melupakan akar nilai-nilai spiritual, sebuah inisiatif mulia muncul seba...


LOMBOK TENGAH --
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang kerap melupakan akar nilai-nilai spiritual, sebuah inisiatif mulia muncul sebagai oase harapan. Persaudaraan Dai Indonesia (PosDai), bekerja sama dengan BAMUIS BNI dan UPZ BAZNAS BNI, menggelar kegiatan penyaluran 30 paket sembako kepada dai dan guru ngaji di Desa Labulia, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. 

Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 17 Maret 2025, ini bukan sekadar aksi filantropi, melainkan juga sebuah bentuk apresiasi para pendidik agama yang menjadi tulang punggung pembinaan moral masyarakat.

Kegiatan ini, sebagaimana dijelaskan dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) yang disusun oleh panitia pelaksana, bertujuan untuk meringankan beban ekonomi para dai dan guru ngaji sekaligus mengukuhkan eksistensi mereka sebagai pilar keagamaan. 

“Kami ingin memberikan dukungan nyata kepada mereka yang telah mendedikasikan hidupnya untuk membimbing masyarakat dalam ranah spiritual,” ujar Ust. H. Dzulkipli, MM, Ketua Panitia, dalam pernyataannya.

Nada optimisme dalam ucapannya mencerminkan visi yang lebih luas: bahwa kesejahteraan para pendidik agama adalah investasi jangka panjang bagi keberlangsungan nilai-nilai keimanan di tengah komunitas.

Desa Labulia, sebuah wilayah agraris di Lombok Tengah, adalah bagian dari program Desa Mengaji PosDai yang terus bergeliat dan terus meluaskan kiprahnya. Sebanyak 30 dai dan guru ngaji dari berbagai titik di Lombok Tengah, yang sehari-hari mengabdikan diri mengajarkan Al-Qur’an dan nilai-nilai Islam kepada warga, menerima bantuan tersebut dengan tangan terbuka. 

Dalam konteks sosiologis, kegiatan ini dapat dilihat sebagai upaya mempererat ikatan sosial—silaturahmi—antara lembaga filantropi seperti BAMUIS dan UPZ BAZNAS BNI dengan masyarakat akar rumput. Lebih dari itu, ini adalah pengakuan simbolik atas peran strategis para dai dalam membentuk karakter kolektif komunitas.

Pelaksanaan kegiatan berjalan lancar, sebagaimana dicatat dalam LPJ. Paket sembako yang diserahkan langsung kepada penerima manfaat mendapat sambutan positif, baik dari masyarakat sekitar maupun para dai itu sendiri. 

Inisiatif ini juga mencerminkan pendekatan filantropi yang berbasis pada prinsip keadilan distributif. Para dai dan guru ngaji, yang sering kali bekerja tanpa imbalan finansial memadai, menjadi kelompok rentan yang luput dari perhatian kebijakan publik. 

Penyaluran sembako ini, meski sederhana, dapat dianggap sebagai langkah awal untuk mengatasi disparitas tersebut. Namun, laporan panitia juga mencatat adanya harapan untuk masa depan: peningkatan jumlah penerima manfaat dan variasi bantuan yang diberikan. 

“Untuk kegiatan serupa ke depan, kami berharap dapat menjangkau lebih banyak dai dan memberikan bingkisan yang lebih beragam,” tutur Ust. Dzulkipli, menunjukkan semangat reflektif dan progresif dalam evaluasi kegiatan.

Kegiatan ini, pada akhirnya, bukan hanya soal penyaluran 30 paket sembako. Ia adalah narasi tentang bagaimana sebuah komunitas berupaya merawat dedikasi para pengabdi agama di tengah tantangan ekonomi. 

Di Desa Labulia, pada 17 Maret 2025, solidaritas dan apresiasi menemukan wujudnya dalam tindakan nyata—sebuah langkah kecil yang menggema dalam resonansi ruhani dan kemanusiaan. (ybh/pos)

Mitra

Sinergi adalah energi kita, terus berpadu dalam langkah nyata

  • Bersama Dai Bangun Negeri
  • Save Indonesia with Quran, ajak masyarakat hidupkan al-Quran
  • Menjadi dai perekat ukhuwah islamiyah dan ukhuwan insaniyah
  • Keswadayaan bersama mengemban amanah dakwah majukan negeri