Safari Dakwah Dai Ramadhan Tebar Cahaya Islam di Pedalaman Toraja Utara
RAMADHAN, bulan penuh berkah dan ampunan, menjadi medium spiritual bagi umat Islam untuk mendekat kepada Sang Pencipta. Namun, bagi Tim Safari Dakwah Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Selatan (Susel) bersama PosDai, Ramadhan adalah lebih dari sekadar ibadah pribadi—ia adalah medan jihad dan dakwah.
Pada Ramadhan 1446 H ini, mereka memilih untuk menyalakan obor keimanan di pedalaman Toraja dan Toraja Utara, membawa cahaya Islam ke sudut-sudut yang jarang tersentuh.
Tim Safari Dakwah DPW Hidayatullah Susel ini berjumlah 4 orang. Mereka yang tergabung dalam tim tersebut diantaranya adalah Ustadz Anwar Baits, Kadep Organisasi DPW Hidayatullah Sulsel, Ustad Muharram (Pembina Yayasan Madinatul Izzah Mubarak), Ustadz Reskyaman (Kadep Dakwah DPW Hidayatullah Sulsel) dan Ustadz Ahmad Syahril (Ketua Pos Dai Sulsel).
Dengan mengendarai mobil Innova operasional DPW Hidayatulla Sulsel, rombongan tim safari ini mulai bergerak sejak tanggal 13 Ramadhan (13/3) hingga 19 Ramadhan 1446 H.
Cerita perjalanan tim safari dakwah ini mulai start dari Enrekang, kemudian bergeser ke Toraja Utara. Selama tiga hari di Toraja Utara, mereka sempat untuk berdakwah di daerah; Rantepao, Balusu, Tokarau, dan Lembang Rantebua.
Selajutnya tim safari melanjutkan perjalanan dakwahnya selama 3 hari di Toraja. Di Toraja Induk ini mereka mengencangkan dakwahnya di beberapa tempat yakni; Malea, Maulu, Renbon, Makale, dan Kecamatan Mengkendek.
Dinginnya udara, dan sulitnya jalan tidak menyulutkan semangat pada dai untuk turun ke gelanggang dakwah. Misalnya saja perjalanan tim safari dakwah Hidayatullah ke Lembang Rantebua, Torut. Mereka harus menempuh jarak yang jauh dan medan yang berat untuk sampai ke masjid yang dituju.
Ustadz Ahmad Syahril, Ketua PosDai Sulsel, harus berjalan kaki sejauh 3 km untuk sampai ke masjid tempatnya untuk ceramah, jalan kaki itu dilalui, itupun setelah mengendarai motor berkilo-kilo meter dengan medan yang berat dan pendakian yang terjal.
Medan Jalan Tidak Mudah
Ada juga cerita menarik dari Ustad Ikhsan, Ketua DPD Hidayatullah Torut, yang turut mebersamai Ustadz Reskyaman, Kadep Dakwah DPW Sulsel. Mobil yang ditumpanginya hampir saja terjun bebas ke jurang karena kondisi jalan yang terjal dan licin. Namun, semangat mereka tidak surut, mereka tidak menyerah dan terus melanjutkan perjalanan mereka.
Setelah sampai di masjid, tim safari dakwah Hidayatullah melakukan kegiatan pencerahan keagamaan dan berbagi ilmu dan ceramah dengan masyarakat setempat. Adapun Ustad Muharram, beliau mendapat peran untuk mengisi ceramah Ramadhan di Masjid besar Lembang rantebua Torut.
Selain kesulitan medan jalan, juga ada kendala lain. Tim safari yang berjalan tidak membawa bekal ifthor. Karena yang ada di benak mereka, di setiap masjid akan menyediakan ifthor, sebagaimana masjid-masjid lain yang ada di kota. Saat tiba di masjid yang dituju, ternyata mereka tidak menyediakan.
Kebiasaan masyarakat pedalaman Toraja Utara adalah diberi, bukan memberi, sehingga tim safari dakwah Hidayatullah harus mengandalkan kemurahan hati masyarakat setempat.
Meskipun demikian, tim safari dakwah Hidayatullah tidak menyerah. Mereka terus melanjutkan kegiatan mereka dan berbagi ilmu dengan masyarakat setempat. Mereka juga mengharapkan adanya dukungan dari berbagai pihak untuk membantu mereka dalam menyebarkan cahaya Islam di pedalaman Toraja Utara.
Kegiatan Tim Safari Dakwah ini perlu mendapat acungan jempol. Kegiatan dakwah Hidayatullah di pedalaman Toraja Utara dapat menjadi contoh bagi kita semua tentang pentingnya menyebarkan cahaya Islam dan berbagi ilmu dengan masyarakat. Semoga kegiatan ini dapat menjadi berkah bagi kita semua dan membantu kita dalam meningkatkan kesadaran dan keimanan kita.
Sekilas tentang Toraja Utara, Dakwah dan Tantangannya
Toraja Utara, Sulawesi Selatan, dikenal sebagai salah satu daerah dengan mayoritas penduduk non-Muslim. Namun, di tengah-tengah kebudayaan dan tradisi yang kuat, dakwah Hidayatullah tetap hadir di sana. Selain ada komunitas Muslim yang berjuang untuk menjaga dan menyebarkan ajaran Islam.
Menurut data yang diperoleh, penduduk Muslim di Toraja Utara hanya sekitar 7-8% dari total penduduk. Namun, di beberapa daerah seperti Lembang Rantebua, Kecamatan Rantebua, persentase penduduk Muslim lebih tinggi, yaitu sekitar 30-40%.
Meskipun demikian, dakwah di Toraja Utara tidaklah mudah. Beberapa tantangan yang dihadapi oleh para dai dan komunitas Muslim di daerah ini antara lain: Akses jalan yang sulit di tempuh, sehingga membuat sulit bagi para dai untuk mencapai daerah-daerah terpencil.
Selain itu keberadaan kaum Muslim yang berpencar-pencar, sehingga membuat sulit bagi mereka untuk berkumpul dan melakukan kegiatan keagamaan. Juga kesadaran kaum Muslimin dalam beribadah yang masih rendah, sehingga membuat sulit bagi mereka untuk mempertahankan kegiatan keagamaan. Mata pencaharian utama seperti berkebun dan bersawah, sehingga membuat sulit bagi mereka untuk konsisten beribadah dan menghidupkan masjid.
Meskipun demikian, ada beberapa harapan yang dapat dilihat dari komunitas muslim di Toraja Utara. Beberapa di antaranya adalah keberadaan masjid yang mulai dibangun di beberapa daerah, sehingga membuat lebih mudah bagi kaum Muslim untuk melakukan kegiatan keagamaan. Adanya beberapa tokoh agama yang berjuang untuk menyebarkan ajaran Islam dan mempertahankan kegiatan keagamaan.
Dalam beberapa tahun terakhir, ada beberapa kegiatan yang telah dilakukan oleh komunitas Muslim di Toraja Utara, seperti safari Ramadhan dan kegiatan keagamaan lainnya. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi oleh komunitas Muslim di daerah ini.
Oleh karena itu, kehadiran Tim Safari Dakwah Ramadhan Hidayatullah untuk tahun depan, perlu lebih dimatangkan. Diperlukan dukungan dan bantuan dari berbagai pihak untuk membantu perjalanan tim Safari Dakwah di Toraja Utara dalam menyebarkan cahaya Islam di Toraja Utara dan Toraja.[]
ABU YUSUF